Jelajah Masjid Eps. 2 - Masjid Agung Kabupaten Ciamis

Minggu pagi sudah kuniatkan untuk melanjutkan episode Jelajah Masjid yang kedua. Tapi, belum terlintas di pikiranku Masjid mana yang akan kudatangi.

Setelah waktu Dzuhur, barulah aku memutuskan untuk pergi ke Masjid Agung Kabupaten Ciamis.

Gerimis sedikit menahanku untuk segera berangkat. Sepuluh menit kemudian gerimis hilang, dan sinar matahari kembali muncul.

Alhamdulillah.

Pukul 14:15 aku berangkat menggunakan sepeda motorku. Sepertinya kakiku belum sanggup untuk berjalan sejauh 17 kilometer. Perlu waktu untuk melatih kekuatan otot-otot kaki.

Empat puluh menit perjalanan, akhirnya tiba di Masjid Agung Kabupaten Ciamis. Perjalanannya memang agak santai. Hehehe,

Baru satu kali aku mengambil foto menggunakan kamera ponselku, adzan Ashar berkumandang. Segeralah memasuki area masjid untuk menitipkan tas berisikan laptop, buku dan charger hp.

Membawa laptop saat pergi ke suatu tempat seperti menjadi sebuah kewajiban. Mungkin karena terbiasa bekerja secara remote saat masih di tempat kerja yang lama membuat hal tersebut menjadi kebiasaan hingga sekarang.

Berbeda dengan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada episode pertama, sajadah di masjid ini tidak digulung meskipun masih dalam masa pandemi.

Selepas sholat Ashar, rencanaku akan mengambil gambar di beberapa sudut masjid. Tapi sayang, hujan mendahului niatku.

Seorang ibu yang berjualan mainan anak segera merapikan dagangannya untuk segera meneduh di area masjid. Entah mainan seperti apa yang dijual, hanya semacam bola karet duri yang aku tahu.

Hujan semakin deras, juga disertai petir. Banyak anak kecil yang berlarian di teras masjid, bahagia, bermain dengan bola karet yang dibeli dari Ibu penjual mainan anak tadi.

Sekitar pukul lima kurang sepuluh, alhamdulillah hujan mulai reda. Aku mulai mengambil gambar di beberapa sudut masjid. Agak terburu-buru karena sudah terlarut sore.

Berikut beberapa tangkapan kamera ponselku saat berada di Masjid Agung Kabupaten Ciamis.


 

Sebelum pulang, sebentar mampir di kantin masjid untuk membeli air mineral dan makanan ringan untuk mengganjal perut yang mulai keroncongan.

Alhamdulillah, perjalanan jelajah masjid kedua ini sudah selesai dan aku pulang.